liat shunsuke
Posted by Rangga A. Sudisman on April 28, 2011 · 6 Comments
Sekarang saya mau dongeng dulu ya..
Seminggu yang lalu saya sedang bingung dengan riset saya, ada hal-hal yang bermasalah dan saya tidak tahu pemecahannya. Karena itu saya memberanikan diri untuk mengirimkan laporan dan sedikit curhat tentang masalah itu ke sensei…dengan harapan dia akan memberikan masukan, ide, ataupun koreksi karena siapa tahu memang yang saya lakukan selama ini kurang tepat. Alih-alih, memberikan solusi…sensei hanya mengucapkan terima kasih atas laporannya. Karena yang saya harapkan bukanlah “terima kasih”, saya pun kembali mengirim email. Dan kali ini tidak ada respon sama sekali….kriikk…
Malamnya saya mendapat telepon dari Matsushita-san (mahasiswa doktor-senior saya). Dia bilang kalau sensei memberinya 2 tiket nonton J-League untuk hari sabtu ini…untuk dia dan saya. OK, lupakan riset sejenak, mari menonton J-League!! Mungkin sensei ingin saya untuk tidak terlalu stress dan rehat sejenak (padahal selama ini juga tanpa progress,heu).
Sabtu siang, hujan-hujanan, kami berangkat ke National Stadium. Sampai di stadion kami terkejut..karena tiket yang kami punya adalah golden ticket. Kami sangat dekat dengan lapangan..wooooowwww… bahkan Matsushita pun belum pernah menonton sedekat ini… Lebih menyenangkan lagi karena saya bisa melihat langsung pemain sepak bola Jepang favorit saya; Shunsuke Nakamura.
Senangnya hari itu karena saya bisa merasakan atmosfer J-League, meskipun tim yang bermain adalahKashima Antlers vs Yokohama F. Marinos, bukan Urawa Reds Diamond yang konon katanya memiliki supporter terbaik di Asia. Tidak sabar juga untuk berada diantara Reds Gang..insya Allah minggu depan,hehe.
Oiya, saya jadi ingat sejarah J-League. J-League ini baru dimulai sekitar awal 90-an. Dan boleh percaya atau tidak, sebelum menyelenggarakan musim pretama J-League ini, katanya dulu mereka melakukan studi banding ke Indonesia untuk melihat kompetisi di Indonesia…wakwaw.. “Kenapa Indonesia ga juara-juara? Kenapa suporternya masih suka rusuh? Kenapa kesejahteraan pemain masih kurang terperhatikan?”. Tanya kenapa..jangan jawab Nurdin Halid.
Pertandingan selesai, 0-3 untuk kemenangan Yokohama, kami senang, kami pulang, kami kedinginan, kami tersadar…riset belum selesai..kembali termenung.
Filed under dongeng sebelum tidur, hanya menulis · Tagged with J-League, Kashima Antlers, sepakbola, Shunsuke Nakamura, Yokohama F. Marinos







salah kostumnya ga kecatet ya pak,,,ada yang salah pake baju gitu,,makanya lain kali kalo diajak nonton bola, pastikan siapa lawan siapa, biar ga saltum,,
ssstttt…ahahahha…
ah serius salah kostum?? hahahaha
hehe..iya kang. asa nonton persib vs arema pake baju persija..aahahahahha.
di awal tulisan saya mengira, senseinya akan memberi wejangan ttg “bagaimana kegigihan si shunsuke berjuang. begitu pula dengan mengerjakan riset, jangan menyerah!”.
eh engga ada, alhamdulillah.. berarti nonton pertandingannya murni refreshing. heheheh =D
btw senseinya meni bageur kitu kang
ahahha,,postingan saya ga terus-terusan serius kok teh Uti.
iya dilihat dari sisi itu mah bageur, malah ketika saya ngadep lagi mau nanya ttg riset, eh dia bilang tar aja soalnya sibuk cenah. tapi bari nanya tea..did you enjoy the match? do you like soccer? bla..bla..bla..
heu, aneh…