gara-gara ayam tandoori..

 

Ini posting pertama untuk seri obrolan meja makan. Isinya obrolan saya dan dia yang ditulis olehnya. Tadinya mau dibuat blog baru..tapi berhubung terlalu ribet pisah-pisah blog jadi ya digabung aja..

Menu makan malam : ayam panggang bumbu tandoori, cumi goreng tepung, brokoli kukus, sambal botol, sambal hijau.

Pertama juga bikin ayam bumbu tandoori (sejenis bumbu yang berasal dari daerah India, Pakistan, Nepal, dsk. Rasanya seperti rasa kare). Ayam bumbu tandoori ini baunya sangat menyengat, nyereng ke hidung. Agak pedas-pedas merica yang bikin panas di perut. Kalau di restoran Pakistan, biasa dimakan dengan kare dan nan plus mango lassi sebagai penyegarnya.

Sambil mengunyah, menikmati, dan merasakan ayam tandori tersebut saya pun berkata,

Hemmm,,,berarti orang-orang India, Pakistan, dan sekitarnya itu makan makanan begini ya tiap harinya….?”

Nyam, nyam, nyam..

“Iya”, hanya itu yang ia jawab untuk pertanyaan saya.

Nyam Nyam Nyam

Hening sesaat,

iya tau, batas laut itu efeknya lebih gede“, Ia mulai bersuara.

Saya mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti. Yang terlintas dalam benak saya ialah batas laut suatu wilayah/negara, tapi ternyata tidak demikian yang ia maksud.

“Dua daerah yang jaraknya terpisah darat 1000 km akan memiliki budaya yang agak mirip. Sedangkan dua daerah yang terpisah lautan walaupun jaraknya hanya 300 km akan memiliki kebudayaan yang sangat jauh berbeda”, begitu penjelasannya.

Contohnya, ujung Jawa Barat akan mirip dengan ujung Jawa Timur. Tapi Ujung Jawa Barat akan berbeda dengan Lampung. Atau Ujung Jawa Timur akan berbeda dengan Bali”, ia menambahkan.

hemmmmm,,,ia juga yah, pikir saya dalam hati.

Kenapa ya bisa gitu?“, saya bertanya.

“Ya skill manusia. Sebelum skill membuat perahu ada, orang akan lebih mudah menjelajah daratan. Kerajaan Sriwijaya mampu menguasai sampai daerah Utara Sumatera, tapi tidak dengan Jawa”, ia mencoba beranalogi.

Jadi kita tadi lagi ngomongin apa sih?”, tanyanya yang lupa kenapa ia bisa ngomong sejauh itu.

“hemmm,,,gara-gara ayam. Tadi saya bilang berarti orang-orang India dsk itu rasa makanannya begini-begini ajah”, saya meluruskan.

“Oiya iya. Iya karena daerah India, Pakistan, Nepal, Bangladesh terhubung lewat daratan. Jadi budaya nya ya mirip-mirip. Makanannya pun sama. Gak banyak variasi rasanya. Gak kaya Indonesia yang macem-macem”,

jadi, batas laut itu lebih punya efek lebih banyak menimbulkan variasi pada budaya”, ia menyimpulkan.

…………………..

Nasi sudah menambah dua kali, potongan ayam pun sudah tidak bersisa kecuali tulangnya. Ia pun kembali dengan bukunya dan saya kembali mencuci piring dulu sebelum akhirnya menulis ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s