kampus memutih..

Senangnya di bulan April, mulai menghangat, suasana baru, teman baru, dan harus semangat baru!! Yosshhh!!!

Kampus sudah mulai ramai, meskipun orang asing yang kabur belum kembali lagi.

Satu hal yang saya suka (dan tentunya menjadi pelajaran bagi saya) dari sikap penduduk Jepang dalam menghadapi pergantian musim adalah apresiasi tanpa henti mereka terhadap alam. Tidak hanya terhadap alam sebenernya, terhadap apapun yang mereka anggap baik, bagus, positif maka dengan mudahnya mereka akan mengapresiasi, berdecak kagum, dan menularkan pemikiran positif.

Bagi teman-teman di kampus, hampir setiap tahun selama 24 tahun mereka pasti melihat Sakura, tapi ekspresi mereka ketika melihatnya seakan baru pertama kali, seperti kami yang pendatang.

hwaaaaaaaa..cantiknyaaaa, keeereeeeeeeennn…

Kira-kira seperti itu. Kadang kami (saya dan istri) suka malu jika ingin berfoto di bawah Sakura, takut terlihat “turis banget”.. Tapi lama-kelamaan menjadi cuek, toh mereka pun melakukan hal yang sama dengan kamera dan HP nya. Dan keesokan harinya mereka menggelar alas dan makan siang bersama di bawah Sakura.

This slideshow requires JavaScript.

Tidak sabar menunggu musim panas, melihat wajah mereka yang “melongo” dan berdecak kagum saat menonton pertunjukan kembang api, melihat mereka mengantri untuk memberikan apresiasi mereka terhadap tradisi festival-festival tahunan. Tidak sabar menunggu musim gugur, melihat daun berubah warna dan melihat mereka berdecak kagum akan keindahan warnanya. Tidak sabar menunggu musim dingin, melihat mereka berdecak kagum dan bermain seperti anak kecil ketika salju turun. Tidak sabar mengundang mereka menikmati makan siang bersama di apato kami, karena apapun makanannya mereka akan bilang enak, walaupun tidak suka tetep dibilang enak dan habis, bukan berpura-pura..tapi itulah nilai yang mereka punya.

Ya, dengan belajar mengapresiasi hal-hal positif akan membuat kita menjadi lebih berterima kasih, lebih bertoleransi, lebih bersyukur. Dan dari situ juga kita akan berhenti mengeluh, seburuk apapun kondisi yang dihadapi. Semoga Allah memasukan kita kepada golongan orang-orang yang bersyukur dan bersabar.

2 thoughts on “kampus memutih..

  1. Jadi tambah pengen main ke Jepang.. tidak hanya kagum pada tech.. tapi juga alam dan masyarakatnya.. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s