berdakwah dengan cinta

Beberapa hari lalu sempat diskusi dengan si partner tentang topik-topik berbau sara yang terjadi di Indonesia. Lalu dia menuliskan pendapatnya di tulisan ini. Setelah membaca tulisannya itu, saya jadi teringat cerita beberapa teman ketika mengobrol di Mushalla dekat kampus kami.

Entah datanya faktual atau tidak, si teman bilang gini,

99% orang Jepang dewasa yang beragama Islam adalah wanita.

Ya, di negara yang mengakui adanya Tuhan (Tuhan versi mereka) tapi kurang mengenal konsep agama ini, Islam adalah minoritas..sangat. Lantas dari mana mereka mengenal Islam? Dari pernikahan. Islam ditawarkan kepada wanita-wanita Jepang dalam bentuk cinta, cinta atas dasar kecintaan kepada Allah. Banyak sekali pria-pria dari Pakistan, Bangladesh, Mesir, bahkan Malaysia dan Indonesia yang menikahi wanita Jepang dengan tujuan berdakwah. Dari situ dakwah dimulai, mereka membentuk keluarga Islami. Dan dari anak-anak mereka itulah generasi baru Islam di Jepang akan berkembang untuk menjadi rahmat bagi masyarakat di sekitarnya. Insya Allah

Hampir semua orang Jepang (pria-wanita) pasti pernah minum alkohol, dan mereka menyukai itu. Apa jadinya jika Islam masuk ke Jepang jika diawali dengan pelarangan alkohol? Saya rasa akan sangat sulit diterima. Sama halnya ketika Rasulullah SAW menyampaikan bahwa khamr itu haram secara bertahap. Pada saat itu khamr adalah bagian tidak terpisahkan dari budaya Arab, hampir semua orang meminumnya. Lalu Rasulullah berdakwah secara bertahap dengan melarang minum khamr ketika dekat waktu shalat agar tidak mabuk sewaktu shalat, kemuadian baru mengharamkannya secara penuh tanpa kecuali…ketika masyarakat Arab sudah merasakan cinta dan mengerti Islam.

Ada seorang teman lagi dari Malaysia yang bercerita bahwa salah satu syarat awal seorang pria yang tadinya bukan muslim ingin menganut Islam adalah dengan disunat. Dan bisa ditebak apa reaksinya? Ya, mereka ketakukan. Menurut saya sangat wajar mereka takut..mereka belum benar-benar mengerti Islam, baru akan mempelajarinya, tapi harus ujug-ujug disunat..ugh..

Kembali ke masalah-masalah yang ada di Indonesia. Di permukaan banyak masyarakat umum yang menganggap MUI itu sok-sok an sebagai Tuhan yang memfatwakan ini haram, itu haram, ini ga boleh, itu ga boleh. Apakah salah jika MUI memfatwakan kalau merokok di tempat umum itu haram? Apakah salah jika FPI itu melarang Miyabi atau Sasha Grey untuk datang dan bikin film di Indonesia? Apakah salah jika FPI menyatakan film ‘?’ tidak baik ditonton? Tapi apakah perlu sampai meminta ditarik dari peredaran? Tanpa perlu saya menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, faktanya banyak pendapat kontra dari masyarakat terhadap hal-hal tersebut. Ya masyarakat kita heterogen, tapi tidak sedikit yang kontra itupun mengaku Islam. Kenapa?

OK, mari menuju ke kesimpulan…

Tanamkan akhlak dan keyakinan sebelum beranjak ke muamalah..itu menurut saya. Statement-statement MUI/FPI/kelompok apapun akan memekakkan telinga ketika tidak diimbangi oleh gerakan dakwah yang mendidik masyarakat.

Jika semua orang yang mengaku Islam mengerti bahwa menjual minuman keras itu sama haram seperti meminumnya, jika orang yang mengaku Islam mengerti bahwa toleransi terhadap perbedaan itu berbeda dengan pluralism..tanpa ada front-front pembela pun masyarakat muslim akan bisa melindungi dirinya, dengan seizin Allah tentunya. Di sisi lain, Sasha Grey dan Miyabi tidak akan mau datang ke Indonesia jika tidak ada penggemarnya. Si produser2 saudaranya Bollywood pun tidak akan mau mahal-mahal mengundang Sasha Grey karena takut rugi tidak ada penonton.

Mencerdaskan umat memang bukan perkara mudah, Rasulullah pun melakukannya puluhan tahun. Tapi bukan berarti itu lantas dilupakan untuk langsung melangkah pada perkara halal-haram. Semoga umat Islam di Indonesia bisa menjadi Rahmatan lil Alamin yang membawa kedamaian bagi seluruh penduduk bumi. Insya Allah.

5 thoughts on “berdakwah dengan cinta

  1. like thiss! setuju setujuu! kemarin juga baru ngomongin topik yang serupa ma senior yang udah lama tinggal disini:D ih jangan2 sebenernya ide ttg ‘dakwah dengan cinta’ ini udah menyebar senegara ini ya?hehe:p
    setuju juga soal yg indonesia..ah, kg rangga jadi seneng nulis lagi ni..keren2:)

    1. nuhun teh acit,,
      iya meskipun ga pandai menuangkan ide dalam tulisan tapi ya berusaha menulis lagi aja,hehe. termotivasi juga sama si partner, ama teh acit juga, ama akang kiyo apalagi (1post/day, waaaww).

      Ya, metode dakwah yang seperti itu teh asa masih jarang di Indonesia (atau sayanya yg ga gaul ya), padahal bisa di muali di keluarga yah…bismillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s