qualms…

karena otak berpikir & hati merasa…

trivia quiz!!

leave a comment »

Perhatikan gambar di bawah ini:

Yang menjawab dengan tepat akan mendapat kesempatan liburan 2 hari 1 malam ke kantor DPR di senayan…naik kuda tentunya..hehe.

Quiz ini dibuat dengan asumsi bahwa tingkat pemahaman dan kecerdasan manusia tidak lebih baik dari pada kuda.

Tapi itu hanya “asumsi” kok, tanpa maksud merendahkan siapapun..karena saya juga manusia. Hehehe..

Written by Rangga A. Sudisman

February 2, 2010 at 10:37 am

Posted in macem-macem

kalian sama saja…

with 3 comments

coretan di salah satu sudut bangunan art-deco Bandung

rek nongton nu meng-bal atawa rek gelut nying? maneh deui saruana make corat-coret sagala!!! cik atuhlah sing saropan nongton bola teh!!!

sambil mengingat kelakuan sewaktu di kampus ketika si hijau ketemu merah atau kuning…ampun. sudahlah…semoga sekarang sudah lebih baik.

Written by Rangga A. Sudisman

January 28, 2010 at 10:38 am

Posted in macem-macem

duh Ibu, maafkan saya ya..

with 3 comments

Akhir minggu lalu, di tengah hari yang (tumben) terik,  saya berjalan kaki menelusuri jalur Jln.Malabar – Gatsu – Simpang 5 – Asia Afrika – Cikapundung – Braga – Merdeka – Sumatera. Tujuannya adalah untuk membiasakan lagi tubuh saya bergerak sambil iseng curi-curi foto meskipun tanpa disertai bakat fotografi. Hasilnya adalah kulit semakin gelap, baju basah oleh keringat, dan beberapa foto yang ada di post sebelumnya.

Ada pengalaman menarik yang terjadi ketika saya sedang jeprat-jepret gedung BI, kejadian yang sampai hari ini saya ingat. Waktu itu ada seorang Ibu (kira-kira berusia 35 tahun) dengan seorang anaknya (kira-kira berusia 10 tahun) menghampiri saya. Penampilan si Ibu dan anaknya saat itu wajar dan biasa-biasa saja, memakai pakaian yang wajar, make-up secukupnya, dan membawa tas kepit. Si Ibu menghampiri saya dan terjadilah percakapan sebagai berikut:

(percakapan saya tulis dalam bahasa Sunda sesuai kejadiannya)

Ibu         : “cep, ibu bade tumaros..eh tiasa sunda teu?”
saya       : “oh muhun tiasa ibu, aya naon?”
ibu          : “upami ka leuwipanjang jalan ka palih mana?” (si ibu nanya sambil rada sedih suaranya)
saya       : “ka ditu ibu, (sambil tunjuk arah) tapi da tebih pisan bu..”
ibu          : “oh ka ditu nya cep, wios tebih oge. tapi di ditu aya beus ka sukabumi kan cep?”
saya       : “nya aya sapertosna mah, tapi da mun naek angkot ge tebih..gentos2 angkot”
ibu          : “upami dipasihan 2rebu kersaeun teu nya? ibu teh ti tebagus,,,acep terang tebagus dago?”

(mungkin maksudnya jalan tubagus ismail)

saya       : “muhun terang bu.”
ibu          : “nya ibu teh tadi ti ditu, ti bumi caroge ibu sareng istri anom na…tapi pas ka ditu teh teu aya sasaha, cenah mah nuju di karawang, nya ibu teh bade uih deui we.”

(seketika saya langsung berpikir negatif tentang si ibu…karena sebelumnya saya pernah ditipu oleh seseorang di Jln.Teuku Umar dengan modus yg sama. saya mulai jaga-jaga kalau si ibu mau menipu atau gimana. saya berpikir…lah si ibu bisa nyampe bandung gimana? pastinya kan naek bus di leuwipanjang, masa ga tau jalan pulangnya..ah mau minta duit nih kayanya)

ibu          : “tadi ibu ti tebagus naek kol buntung, tapi dilungsurkeun di dieu. upami ka leuwipanjang ti dieu tebih keneh nya cep? mun bus kota aya teu ti dieu? 2rebu sawios?”
aa           : “oh aya ibu..ibu antosan we di caket braga (sambil nunjuk arah) ke aya bus kota.”
ibu          : “nuhun atuh nya cep…” dan si ibu beserta anaknya pergi..

setelah itu saya bengong beberapa saat…kok selama obrolan si ibunya ga minta uang yah? hwwaaaaaaaaaaaaaaa…aduh punten, saya sudah suudzon, memang awalnya sikap kewaspadaan…tapi kalau yang diceritain si ibu itu memang benar dan dia ga punya ongkos? aduuuhhh…feeling guilty saya. tadinya mau nyusul jalan ke arah si ibu itu jalan…tapi si ibu dan anaknya sudah hilang. saya jalan ke arah berlawanan sambil terus memikirkan si Ibu.

Sampai rumah saya cek hasil jepretan itu…dan…ternyata si Ibu dan anaknya tertangkap kamera. Sosok si ibu secara tidak sengaja terabadikan dalam jepretan saya.

Semoga Ibu selamat sampai Sukabumi, lebih jauh lagi semoga Ibu juga menemukan suami baru yang bisa bertanggungjawab atas Ibu dan anak Ibu..Amiin.

Written by Rangga A. Sudisman

January 27, 2010 at 4:03 pm

wisata bangunan tua…

leave a comment »

*saya sendiri tidak tahu setua apa bangunan-bangunan di atas, ya setidaknya saya anggap lebih tua dari rumah saya..hehehe.

Written by Rangga A. Sudisman

January 25, 2010 at 3:28 pm

Posted in Daily Life

Tagged with ,

menelusuri jejak karya Ir.Soekarno (1)

leave a comment »

Selama ini kita mengenal Ir.Soekarno sebagai Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia. Tetapi bagaimanapun gelar akademik (Ir.) di depan namanya selalu tercantum. Apakah itu hanya sekedar gelar? Tidak, beliau memang benar-benar seorang Insinyur. Ada yang bilang beliau adalah Arsitek, dan ada yang bilang beliau adalah Insinyur Sipil. Saya rasa bisa keduanya. Di THS (cikal bakal ITB sekarang) beliau mempelajari ilmu teknik bangunan, entah Sipil ataupun Arsitektur karena memang kedua cabang ilmu itu menjadi satu di THS.

Beberapa karya Ir.Soekarno terdapat di kota Bandung, bisa dilihat di  mahanagari. Salah satu (atau dua) karya dia adalah gerbang Malabar. Sepasang rumah kembar yang terletak di Jalan Gatot Subroto 54-56 Bandung tepat di persimpangan Gatsu-Malabar, sehingga beberapa orang menyebutnya Gerbang Malabar.

Yang tampak di sebelah kanan adalah rumah no.54 dan di kiri adalah rumah no.54. Keduanya memiliki ciri khas dari rumah karya Soekarno yaitu ornamen di atapnya.

Sekarang rumah-rumah itu sudah dialihfungsikan tidak lagi sebagai rumah tinggal. Beberapa karya Ir.Soekarno yang lain akan saya sampaikan di post selanjutnya.

Oiya, berbicara mengenai Presiden yang Insinyur atau Insinyur yang Presiden, entah kenapa saya berharap Presiden Indonesia selanjutnya adalah seorang Insinyur yang berpolitik, jangan sampai dari golongan politisi. Menurut saya seorang insinyur relatif terbiasa berpikir hitam-putih untuk menemukan solusi praktis atas suatu permasalahan walaupun hitam-putihnya itu tidak popular dan terkesan salah langkah. Sedangkan politisi adalah orang-orang yang suka berada dalam kondisi abu yang bias, dan kondisi abu itulah yang dia gunakan untuk mempertahankan posisinya agar tidak jatuh karena sebenarnya tidak melangkah. Haha..kita lihat saja.

Written by Rangga A. Sudisman

January 25, 2010 at 1:31 pm