Hari sabtu atau minggu selalu menjadi hari yang saya tunggu (kayanya semua orang ya?) karena hari di hari2 itulah saya bisa berkumpul bersama keluarga, berdiskusi bersama teman, ataupun bersepeda. Tapi yang akan saya ceritakan sekarang adalah edisi bersama keluarga.
Sama seperti sabtu atau minggu sebelumnya, tidak ada yang istimewa di rumah keluarga kami. 7 orang berkumpul di ruangan tengah sambil menonton TV; saya, bapak, ibu, teteh, enda, mbi, dan bije. 2 nama terakhir adalah keponakan saya. Mbi, seorang anak perempuan berumur 3 tahun dan adiknya, bije yang baru berumur 1 tahun. Ini foto-fotonya…
Hari itu lagi rame2nya (masih sampe sekarang) kasus kriminalisasi KPK di TV. Jadi kami sekeluarga juga nonton itu. Tiba-tiba si Mbi merengek…
Mbi : “jangan nonton ini, Mbi pengen nonton Barney!!”
Teteh : “nanti aja nonton Barney nya, ini lagi seru Mbi…”
Mbi : “sekarang aja…”, sambil gaya anak kecil mau nangis…
Teteh : “ih tuh liat semuanya pengen nonton ini..Aki, Nin, Bi Enda, Om rangga, semuanya lagi nonton.”
Mbi ngeliat muka kami satu per satu, dan sampe lah dia ngeliat muka saya….
Mbi : “Omangga cicak ato buaya? Ibu mah cicak da. Yang buaya mah pake seragam ya?”
Wakkksss…semua perhatian terfokus sama Mbi… alih-alih menjawab pertanyaan Mbi saya malah punya pertanyaan baru. Apa selama ini dia memperhatikan juga? Sejauh mana dia tahu tentang ini? Waduh… anak kecil memang punya daya ingat dan adaptasi yang lebih cepat sehingga di usia itu akan banyak informasi dari luar yang akan dia serap dan mungkin akan dia ingat sampai dewasa nanti. Peran orangtua sangat penting sebagai filter atas informasi-informasi yang masuk itu agar yang dia terima adalah hal-hal yang baik. Ya semoga saja anak sekecil itu belum mampu menangkap preseden negatif terhadap polisi seperti yang ditayangkan di TV.
Tapi saya menjadi ingin tahu apa yang terjadi terhadap anak-anak usia SD dan SMP. Sebagian dari mereka pasti juga menonton tayangan-tayangan berita dan pembentukan opini publik di media. Kita saja yang sudah lebih dewasa masih sangat terpengaruh opini publik, apalagi anak-anak yang hanya bisa menangkap tanpa punya filter sendiri. Saya rasa pengawasan orangtua terhadap tayangan-tayangan yang ditonton anak-anaknya menjadi hal yang sangat penting. Bahkan tayangan-tayangan berita pun harus dikelompokkan sebagai tayangan parental advisory, malah kayanya sinetron-sinetron kita juga harusnya x-rated deh…hehe.
Ya semoga saja keponakan-keponakan saya dan anak-anak yang lain bisa tetap berkembang sewajarnya anak-anak yang tidak teracuni oleh media. Sehingga tidak lantas menjadi dewasa sebelum waktunya seperti nikita willy,,,wkwakwkakwakkaw…no offense.
Oiya, sebenernya pengen jawab gini ke Mbi…
“Omangga ga pilih cicak ataupun buaya…omangga pilih ikan aja,ikan yang bisa membawa manfaat bagi setiap kolam yang ditinggali. Ikan yang ga bisa dimakan buaya, ikan yang juga ga makan cicak.”
Tapi ya jelaslah bukan jawaban itu yg keluar…
“Omangga mau pilih dinosaurus aja, biar lucu kaya Barney.. n_n”
Filed under: Daily Life, hanya ingin menulis..., sebuah pemikiran sederhana | Tagged: keluarga | 3 Comments »


