Liburan tahun baru hijriah kemarin menjadi hari-hari yang menyenangkan buat saya. Saya banyak menghabisakan waktu dengan keluarga. Setelah sekian lama (kira-kira 6 tahun) saya terlalu sibuk dengan kehidupan pribadi saya, waktu saya bersama-sama keluarga sangat sedikit, di tahun ini saya mempunyai keinginan untuk bisa lebih dekat dan meluangkan banyak waktu untuk keluarga dan tentunya menjadilebih bermanfaat bagi keluarga insya Allah.
Pada hari Jumat kemarin saya bersama keluarga menonton Sang Pemimpi, terus malamnya makan nasi goreng bersama di pinggir jalan Lodaya..hhmmm..nikmat. Sabtu pagi kami sekeluarga sudah siap-siap lagi untuk bertamasnya. Kali ini tujuannya Garut!! Ya ini semua gara-gara si Mbi. Beberapa hari yang lalu dia menonton acara Si Bolang bermain di Garut. Mbi ingin berenang di kolam yang ada dombanya..(heu masa iya di kolam renang ada domba..) seperti yang dia lihat di TV. Kebetulan juga ayahnya Mbi sudah pulang tugas dari Aceh, jadi berangkatlah kami sekeluarga ke Garut.
Jam 9 pagi kami sampai Garut. Di tempat inilah kami berenang, sebuah taman air di kaki gunung di dareah Cipanas Garut. Pemandangannya cukup Indah meskipun gunungnya sudah banyak yang gundul..hehe. Keceriaan tercermin dari wajah kami semua (gatau yah wajah saya mah, da ga bawa kaca juga), terutama Mbi meskipun sempat menangis setelah flying fox sama si teteh. Kami berenang dan bermain sampai jam 11. Menyenangkan, melelahkan, dan hasilnya kulit punggung saya menjadi coklat keunguan karena terbakar dan muka saya megar mun ceuk orang sunda mah..hehe.
Oiya, dan ternyata ini Domba yang dimaksud si Mbi…patung ternyata…
Setelah berenang, cape, lapar, tentu saja paling nikmat makan Bakso. Rasanya kurang pas kalau main ke Garut tanpa makan Bakso. Setelah makan Bakso, jalan-jalan belanja di “Pengkolan” (tikungan-bahasa sunda) yang merupakan pusat gaul kota garut,hehe. Berbagai macam pertokoan, kedai kuliner, pusat oleh-oleh, sampai toko obat Cina ada di “Pengkolan”. Dan percaya atau tidak dulu keluarga ayah saya tinggal di “Pengkolan”, bukan hanya di dalam kawasan itu melainkan tepat di tikungan yang dimaksud. Dulu tikungan itu adalah rumah leluhur kami, bangunan gaya Belanda itu sekarang sudah berubah menjadi restoran Padang (dewa memang restoran Padang,ada dimana-mana kecuali di Padang) setelah sebelumnya sempat menjadi toko obat, toko mainan, dan lain sebagainya. Jadi tidak aneh kalau keluarga kami main ke “Pengkolan”, maka itu seperti “jalan ketenaran” bagi ayah saya..hahahhahha.
Ya sekian dulu cerita tentang Garut edisi kali ini, nanti disambung lagi dengan hal-hal menarik lainnya.
Filed under: Daily Life | Tagged: garut, Jawa Barat, keluarga, pengkolan, taman air sabda alam, wisata | 4 Comments »












